BERITA Juventus SERIE A

Allegri Tegaskan Tidak Mudah Raih Titel Serie A

​Juventus menelan kekalahan kedua musim ini di Serie A kala menyambangi markas SPAl, dalam lanjutan pekan 32 Serie A. Kekalahan itu dijadikan contoh oleh Massimiliano Allegri, pelatih Juve, tidak mudah meraih titel Serie A.

Sempat unggul via gol Moise Kean, SPAL bangkit dan berbalik menang 2-1 via gol Kevin Bonifazi dan Sergio Floccari. Pesta Scudetto kedelapan beruntun Juve pun tertunda, meski mereka masih terpaut 20 poin dari Napoli yang bermain malam ini melawan Chievo Verona.

Titel kedelapan beruntun Serie A tampak diraih Juve dengan mudah, apalagi musim ini mereka punya megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Anggapan itu membuat Allegri kesal hingga ia mengeluarkan unek-uneknya kepada media.

“Anda menang ketika meraihnya. Hari ini disayangkan karena kami kalah, dan ketika Anda kalah Anda sedikit kesal, khususnya selepas tampil bagus melawan tim bagus seperti SPAL” tegas Allegri, dikutip dari BeritaBola.

“Sekarang, mari lihat besok, jika Napoli menang, kami akan menanti hingga Sabtu depan (Scudetto). Apa yang paling penting bagi kami adalah menyiapkan yang terbaik sebisa mungkin untuk laga besok kontra Ajax Amsterdam di Champions League dan ke semifinal.”

“Lagipula di liga kami hanya butuh satu poin jika Napoli memenangi seluruh laga tersisa, jika tidak, kami bahkan tak perlu meraih satu poin.”

“Kemudian, saya mendengar liga mudah untuk Juventus, jadi, liga mudah bagi mereka yang memenanginya, tapi sulit bagi mereka yang tidak memenanginya?” imbuh pelatih berusia 51 tahun itu.

Tidak ada yang mudah bagi Juventus untuk mempertegas dominasi mereka di Italia. Hanya saja, Allegri mengakui bahwa timnya memiliki kekuatan hebat untuk bersaing di Serie A dan Champions League musim ini.

“Juventus, dibandingkan tim-tim lainnya, punya kekuatan untuk bermain di seluruh laga untuk meraih tiga poin, karena sebaliknya, jika Anda hanya menang laga head to head, maka Anda tak memenangi Scudetto”

“Itulah peraturan yang saya pelajari dan itu masih bisa diterapkan, bahkan jika sepak bola sekarang ini hanya dibuat untuk ilmuwan, tapi itu tetap berlaku.”

“Oleh karenanya, ketika saya mendengar liga mudah untuk Juventus, tidak, karena Juventus memainkan laga-laga yang sama seperti tim lain, kemudian pada laga head to head Anda mungkin menang tiga kali, kalah dua, imbang sekali, itu cerita berbeda, tapi perbedaan di liga dibuat dengan tim-tim lain.”

“Menang juga tidak mudah, sangat sulit. Khususnya untuk menjadi juara tujuh kali (beruntun), karena kami masih belum meraih titel kedelapan. Tapi, kita harus mengapresiasi tim ini dan klub ini, yang menciptakan hal-hal fantastis. 84 poin dari 31 laga, itu tidak mudah, atau dalam 32 laga, karena hari ini kami kalah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *