Solskjaer Berpikir Keras Bentuk Tim Juara di Man United

oleh

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, coba mengikuti cara sukses Sir Alex Ferguson dalam membentuk kerangka atau tim dengan mentalitas juara yang kuat. Hal tersebut masih terlintas di benak pikiran manajer berusia 46 tahun tersebut.

Sejak datang menggantikan Jose Mourinho Desember lalu, Solskjaer mampu mengangkat performa United hingga diganjar kontrak permanen oleh klub. Namun, performa tim belakangan ini menurun di Premier League.

Kondisi itu jelas tidak ideal jelang leg satu delapan besar Champions League melawan Barcelona di Old Trafford. Solskjaer berharap anak-anak asuhnya tampil penuh semangat seperti kala mereka menyingkirkan PSG di 16 besar.

Sedikit bercerita mengenai momen kala masih dilatih Ferguson, Solskjaer membeberkan resep mentalitas baja dan determinasi tinggi yang dimiliki tim United terdahulu. Solskjaer berharap bisa melakukan hal yang sama pada skuat terkini.

“Kami setiap harinya saling memberikan tantangan di sesi latihan. Ada pertarungan dan juga keadilan dari dalam yang tidak saya lihat di begitu banyak tim” ucap Solskjaer.

“Kami tidak pernah, tidak akan pernah menerima siapa pun tampil di bawah rata-rata di sesi latihan. Kami saling melakukan tendangan dan kami harus menang setiap harinya. Itu menular ke pertandingan dan kami tidak pernah menyerah. Ada semangat tim yang sangat besar”

“Saya ingin pemain-pemain saya benar-benar saling memberikan dorongan dan menuntut sikap 100 persen setiap harinya. Itu satu-satunya cara Anda bisa berkembang dan ini hanya satu-satunya cara Anda bisa menang. Kami punya suatu hal yang spesial”

“Ini grup yang berbeda sekarang dan tantangannya adalah ‘Bagaimana bisa saya menjadikan pemain-pemain ini sebagai pemenang seperti dahulu kala?” jelas manajer asal Norwegia tersebut.

Lebih lanjut menurut Solskjaer, tim seperti United selalu menargetkan raihan trofi dan tidak pernah berpikir untuk mencegah tim-tim rival meraihnya.

“Fans United ingin kami memenanginya (trofi) karena mereka ingin memenanginya. Saya pikir kami seharusnya melihat apa yang bisa kami capai dan bukan apa yang bisa kami lakukan untuk menghentikan orang lain agar gagal”

“Anda harus mengejar target tinggi. Anda tidak bisa terlalu membidik target sangat rendah di klub ini. Anda harus menargetkan untuk memenangi titel”